Kamis, 25 Desember 2014

JUJUR SAJA KALAU ATH-THOHIRIYYAH INI GERBANG MADINAH

(met ultah Etho Ke 22)

Tikar pandan dan peradaban tidak pernah layu apa lagi mati suri
Kasanan ke-hasan makin mengaya
Kita berjalan sudah sampai pematang masa
Keceriaan dan pola pikir miniatur
Bukan sekedar solekan belaka;
Apalagi hanya sebatas pencitraan seperti kader unggulan pada pentas “pewayangan”
Kiranya sekarang ini sudah siap dan dipastikan tangguh menampilkan ruh samarnya
Karena bukan lagi berada pada zaman buruk bagi pikiran dan imajinasi;
Bagaimana tidak tangguh !

Sudah tahu kesehariannya penuh tadarus dan hafalan al-Qur’an,
Masih sempat-sempatnya berkumpul dengan peradaban lingkungan;
Lalaran nadhom dan kajian kitab terus diprogramkan sebagai “bukan proyek budaya pesantren”
Kok masih sempat-sempatnnya berbondong dengan warga untuk menjawab kebutuhan bersama
Jujur saja kalau Ath-Thohiriyyah ini gerbang Madinah;
Trowongan kecil yang tidak ada rambu-rambu dikotomi.

Berbeda dengan yang diluar sana.
Keliatannya majlis semedi; tapi tidak bisa menjawab kegelisahan masyarakat maupun umat;
Di meja tetangga sebelah lebih ngeri lagi., keliatannya sedang menjawab kegelisahan masyarakat maupun umat; Tapi ternyata rampok yang tidak memakai hijab.

Seprti apa Masjid kami, kalian bisa lihat sendiri
Untuk sekedar kunci, kami mapu beli seribu paket !
Tapi tidak akan pernah kami kunci sebagai mana masjidnya kanjeng Nabi hingga para Wali.

Masihkah kalian kurang paham dengan ini !
Silahkan pergoki kami ketika membangun teras surau di pojokan kamar;
Kalau Masih juga kalian tidak paham.
Akan aku biarkan hingga kalian tahu masalah ikhtiar, i’tibar Rosul maupun idiologi bisnis para pemilik modal.

Eper Ath-Tohiriyyah, 20 Desember 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar